8 Fakta yang Bikin Kamu Beruntung Punya Warna Kulit Sawo Matang, Meski Kadang Suka Diremehkan

Warna kulit

Kebanyakan orang bilang, standar kecantikan itu salah satunya adalah memiliki warna kulit putih porcelain atau warna kulit putih langsat. Nggak heran kalau banyak cewek yang mencoba berbagai macam cara untuk membuat kulit mereka tampak lebih putih. Padahal, warna kulit Indonesia yang khas adalah sawo matang. Warna kulit eksotis ini punya banyak kelebihan, baik dari sisi kecantikan maupun kesehatan. Wow!

Advertisement

Adapun cara mengetahui warna kulit asli kita ataupun warna dasar kulit bawaan genetik itu salah satunya dengan mengecek urat nadi pada pergelangan tangan, seperti yang sudah pernah Hipwee bahas tentang cara menentukan undertone kulit. Lalu, warna kulit sawo matang itu seperti apa? Mudahnya, terlihat lebih gelap dibanding warna kulit biasanya atau cenderung kecokelatan. Penasaran kan, apa saja kelebihan yang sebenarnya dimiliki si pemilik warna kulit sawo matang? Hipwee Tips punya informasinya buat kamu. Simak, ya!

1. Warna kulit coklat yang kamu punya nggak akan mudah terbakar, dia lebih tahan terpapar sinar matahari secara langsung

Photo by Jernej Graj via unsplash.com

Jumlah melanin dalam warna kulit eksotis ini lebih banyak ketimbang kulit putih. Kandungan melanin itu akan menjaga kulitmu dari efek jangka pendek paparan sinar matahari, seperti kulit yang terbakar (sunburn). 

Kulitmu akan tetap menjadi lebih gelap jika terlalu lama terkena sinar matahari, namun setidaknya kamu nggak akan merasa belang yang begitu timpang dengan kulitmu sebelumnya. Karena sudah terbiasa gitu, jadi nggak kaget deh~

Advertisement

2. Karena kandungan melaninnya yang berlebih, maka warna kulit sawo matang akan lebih sedikit berisiko terkena kanker kulit

photo by Jernej Graj via unsplash.com

Pemilik kulit sawo matang atau yang kerap disebut warna kulit tan memiliki kandungan melanin atau pigmen penghasil warna yang lebih banyak. Kandungan melanin ini juga berfungsi memproteksi sinar UV. Kurangnya melanin akan menyebabkan kulit menjadi putih dan tampak pucat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Jadi, sudah jelas kan kalau si pemilik kulit sawo matang ini jauh dari risiko penyakit tersebut?

3. Lagi-lagi kamu beruntung, melanin yang kamu punya menghambat radikal bebas penyebab kerusakan sel

Photo by Alex Sorto via unsplash.com

Menurut Diana Clarke, pendiri situs The Sun and Your Skin, banyaknya melanin yang dipunyai oleh pemilik kulit sawo matang berperan dalam menangkal radikal bebas.

Lebih jelas, banyaknya kandungan melanin yang terdapat pada lapisan epidermis kulit akan membantu lemak mempertahankan kelembapan kulit. Jika kulit kehilangan kelembapannya, maka akan menyebabkan kering dan pecah-pecah. Beruntung ya, warna kulit orang Indonesia adalah sawo matang~

Advertisement

4. Kulit sawo matang lebih lama mengalami penuaan dini, artinya, kamu lebih awet muda!

Photo by Omid Armin via unsplash.com

Kabar baik nih buat kamu! Nggak perlu terlalu khawatir mengalami keriput lebih cepat. Serat kolagen yang dimiliki kulit sawo matang cenderung lebih banyak dan lebih tebal. Kolagen penting dibutuhkan kulit untuk menjaga elastisitas, kelenturan, kekenyalan, kelembapan, dan ketahanan pada kulit. Itu sebabnya pemilik kulit sawo matang cenderung nggak mudah berkerut dan terlihat lebih awet muda.

5. Asal rajin mandi, kamu nggak perlu banyak polesan, karena kulitmu punya kecantikan yang natural

Photo by Simon John-McHaffie via unsplash.com

Dengan memiliki kulit sawo matang, kamu nggak perlu lagi dandan menor dan poles sana-sini. Kulit cokelatmu itu justru jadi daya tarik tersendiri. Cukup dengan polesan minimalis, kamu sudah terlihat manis, kok.

6. Bersyukurlah atas kelebihan melanin yang kamu punya, tulangmu lebih kuat karenanya

Photo by Dane Wetton via unsplash.com

Pemilik kulit sawo matang dipercaya beresiko lebih kecil mengalami osteoporosis karena mampu menyerap kalsium lebih banyak. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah pigmen yang dimiliki kulit sawo matang, hingga mampu menyimpan cadangan vitamin D3 yang berasal dari sinar matahari.

7. Berkat melanin (lagi), otak, saraf, alat indera berfungsi dengan baik

Photo by Vin Stratton via unsplash.com

Sinar radiasi yang diserap oleh melanin diolah kembali menjadi sebuah energi. Bisa dibilang, pemilik warna kulit sawo matang dapat bekerja lebih maksimal dan efektif.

Melanin yang terdapat pada lapisan epidermis kulit nggak hanya berfungsi untuk mempengaruhi warna kulit dan rambut. Melanin dibutuhkan oleh tubuh untuk bertahan hidup. Organ-organ yang ada pada tubuh, berfungsi lebih baik seiring dengan banyaknya jumlah melanin yang dimiliki.

8. Disadari atau nggak, warna kulitmu memancarkan aura yang lebih hangat 🙂

Photo by Luis Quintero via unsplash.com

Meskipun semua orang memiliki jumlah sel-sel melanosit yang sama, orang yang berkulit gelap mempunyai melanosit yang mampu menghasilkan melanin dalam jumlah banyak. Meningkatnya melanin inilah yang memberikan kulit warna yang lebih hangat.

Orang-orang berkulit putih di Amerika atau Eropa sebenarnya justru banyak yang berlomba-lomba untuk mendapatkan warna kulit sawo matang seperti orang Indonesia lo. Dari berjemur di pantai sampai pakai produk atau peralatan tanning khusus, mereka lakukan karena ingin kulit kecokelatan. Mungkin memang ungkapan ‘rumput tetangga selalu tampak lebih hijau, benar adanya. Terutama masalah kulit ini.

Jadi, nggak perlu lagi kamu membandingkan warna kulitmu dengan warna kulit lain yang menurutmu lebih menarik. Ketahuilah, apa yang sudah diberikan kepadamu adalah anugerah yang patut kamu syukuri, termasuk berkulit sawo matang. Kalau kamu punya usul lain, silakan berkomentar, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE