Barangkali kita pernah bertanya-tanya, kenapa wajah orang Korea terlihat mirip-mirip bahkan serupa. Bisa jadi, orang Korea pun berpendapat sama tentang kita. Setiap budaya memiliki konsep sendiri-sendiri tentang kecantikan. Ini juga barangkali yang menjawab mengapa, sementara kita sibuk membeli produk pemutih kulit, orang-orang eropa justru sibuk berjemur di pantai untuk mendapatkan kulit yang cokelat.

Entah bagaimana permulaannya, namun setiap budaya memiliki standar kecantikan sendiri-sendiri. Standar ini tidak bisa disangkal menjadi panutan semua orang. Karena dengan mengikuti standar yang ada, otomatis kamu diakui cantik atau tampan oleh masyarakat. Siapa yang tak ingin jadi cantik? Tapi sementara kita mempercantik diri, tentu kita perlu bertanya-tanya, apa iya kecantikan dan keindahan, bisa diperlakukan seperti helm ataupun alat listrik, yang perlu diberi cap SNI alias Standar Nasional Indonesia?

Standar kecantikan bukan hal baru. Dalam sastra jawa kuno sekalipun, ada istilah-istilah khusus untuk bedakan mana yang cantik dan mana yang jelek

Keindahan perempuan dideskripsikan dengan keindahan alam via www.trendbajukebaya.com

‘Alise nanggal sepisan’ untuk menyebut alis yang melengkung indah seperti bulan sabit di tanggal pertama. ‘Untune miji timun’ untuk menyebut gigit yang kecil-kecil, rata, dan rapi. ‘Pamidangan nraju mas’ untuk menyebut bahu yang ramping tapi seimbang seperti timbangan mas. ‘Driji nucuk eri’, untuk menyebut jari-jari yang lentik dan runcing seperti duri. ‘Bangkekan nawon kemit’, untuk menyebut pinggang yang ramping dan berbentuk bagai gitar spanyol. Nah, bila kamu punya julukan-julukan itu, bagi masyarakat jawa, kamu adalah perempuan cantik yang diidam-idamkan.

Standar cantik yang hanya ukuran luar itu pastilah tak kekal, selalu berubah. Sekarang yang cantik di Indonesia identik dengan kulit putih, rambut lurus, dan tubuh langsing, layaknya bintang Korea

Berapa persen orang yang bisa masuk grup ini? via fandom.id

Advertisement

Kulit putih seolah menjadi obsesi bagi sebagian dari orang Indonesia yang biasanya memiliki kulit kuning langsat atau sawo matang. Cantik di Indonesia, masih kental dengan kriteria-kriteria seperti: kulit cerah merona, rambut lurus dan halu serta selembut sutra, hidung mancung, dan tubuh kurus tinggi semampai. Artis dan selebgram bisa dipastikan punya kriteria yang serupa. Sementara kamu yang biasa-biasa saja, harus berusaha ekstra untuk menciptakan pesona.

Kalau di Korea, mereka justru iri dengan lipatan mata yang banyak dimiliki orang Indonesia. Dari selotip kelopak mata sampai operasi plastik, semua cara diupayakan demi punya mata yang lebih besar

Rela jalani prosedur medis demi ikuti standar cantik via wonjinbeauty.com

Korea Selatan adalah negara yang terkenal sudah begitu umum dengan operasi plastik. Bila di Indonesia, operasi plastik dianggap sebagai aib yang harus ditutupi, di Korea Selatan, operasi plastik adalah hadiah yang wajar kamu terima saat lulus UAN. Hidung dioperasi agar lebih mancung dan ramping serta runcing, mata dioperasi demi mendapatkan kelopak mata ganda seperti yang dipunyai banyak orang Indonesia, rahang dipotong untuk membuat bentuk wajah yang cantik, kaki direkonstruksi agar terlihat jenjang dan ramping. Semua itu dilakukan demi terlihat cantik, sesuai dengan definisi kecantikan yang disepakati bersama.

Meskipun berbeda-beda, ujungnya bermuara pada kesimpulan yang sama: ‘Cantik’ dan ‘Tampan’ itu harus begini dan begitu

Sering dilombakan dengan tambahan embel-embel beauty, brain, dan behavior via www.vice.com

Meskipun berbeda-beda karakternya, namun standar kecantikan menjadi hal yang lumrah di mana-mana. Untuk disebut cantik kita harus punya karakter-karakter yang sudah disebutkan di atas. Terutama perempuan, disemati keharusan ini itu untuk memiliki pesona menjadi sosok yang rupawan dan diidam-idamkan. Karena itulah kita sibuk untuk memenuhi semua persyaratan. Kita sibuk mengcopy standar yang ada, mulai dari bentuk alis, bentuk mata, hingga bentuk badan. Jangan heran bila semakin lama yang dianggap cantik dianggap serupa.

Standar baku dieksploitasi jadi ladang penghasilan. Beralasan membantu meningkatkan rasa percaya diri seseorang, industri kecantikan mengambil kesempatan dapatkan keuntungan

Kecantikan menjadi komoditi via www.huffingtonpost.com

Sementara kita sibuk menyesali diri mengapa tidak dikarunia fisik yang sesuai dengan standar kecantikan bersama, ada pihak-pihak yang melihat ini sebagai peluang. Karena perempuan ingin punya kulit putih cerah merona, maka alat-alat kosmetik yang bisa memutihkan kulit muncul berjamur. Lalu pil-pil diet disediakan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan namun tidak suka olahraga. Rambut keriting acak-acakan? Jangan panik, ada teknologi rebonding dan smooting yang bisa membuat rambut seindah bintang sampo.

Bila cara-cara itu terlalu lama, ada operasi plastik yang bisa membuat kecantikan muncul secara instan. Iklan-iklan kecantikan di televisi pun punya peran ambigu. Sebagai penyebar poin-poin standarisasi kecantikan tapi juga sekaligus sebagai motivator ulung yang membesarkan hati sebab meskipun kamu tidak terlahir dengan kulit putih dan rambut lurus, kamu masih punya harapan. Tapi intinya menjual barang berdasarkan insecurities kita.

Terlalu sibuk mengurusi kecantikan luar untuk mendapat pengakuan, kita sering lupa untuk mengembangkan kecantikan dari dalam

Terlalu fokus pada yang kelihatan, lupa pada apa yang di dalam via augusteden.tumblr.com

Karena standar itu dibuat untuk yang terlihat mata, ke sanalah seluruh perhatian tercurah. Kita terlalu sibuk untuk memperhatikan penampilan diri, hingga lupa bahwa dalam dirimu ada potensi-potensi lain yang bisa kamu banggakan. Kita terlalu sibuk mempercantik diri dengan melakukan berbagai perawatan, tapi kita lupa bahwa bakat-bakat dan hal-hal positif dalam diri juga perlu dikembangkan. Di sini barangkali boneka Barbie menjelma menjadi manusia. Cantik dan seksinya tak perlu dipertanyakan, tapi sebagai boneka, kepalanya hanyalah plastik yang berongga.

Merasa cantik atau tampan itu harusnya kepunyaan setiap orang. Karena kamu pun bisa menjadi cantik dengan versimu sendiri

Banyak cara untuk terlihat menarik via www.theeighty8.com

Setiap perempuan pasti ingin cantik. Tak bisa disangkal bahwa kecantikan akan meningkatkan rasa percaya diri, dan barangkali, membuka kesempatan yang lebih luas untuk berkarya. Namun terlalu sempit bila kita mengartikan cantik hanya sekadar rupa yang enak dipandang.

Sebab ada banyak hal yang bisa membuat perempuan terlihat menarik, yang tak melulu soal wajah cantik ataupun tubuh yang indah. Perilaku, kepribadian, cara pandang, kecerdasan, bahkan semangat dan passion bisa memancarkan aura dan daya tarik seseorang. Nah, daripada terengah-engah mengikuti standar kecantikan umum itu, mengapa kita tidak menjadi cantik versi kita sendiri?

Kita lupa mencintai diri sendiri. Padahal dari situlah kecantikan yang sejati terpancar. Sebab cantik tidak hanya soal polesan makeup semata

Kecantikan dari dalam adalah penerimaan atas diri sendiri via www.huffingtonpost.com

Terlalu sibuk mempercantik diri agar sesuai dengan standar kecantikan yang disepakati, kita jadi lupa untuk mencintai diri sendiri. Kita hanya memperhatikan omongan orang, lupa memperhatikan keinginan diri sendiri. Rasa cantik itu muncul dari dalam, yaitu bagaimana kamu menerima dan mencintai dirimu sendiri. Hanya mengejar kecantikan yang disetujui dewan kecantikan, akan membuatmu tak pernah puas.

Selama kamu belum bisa menerima dirimu sendiri, kamu akan selalu merasa ada yang kurang oke, meskipun sudah memoles makeup habis-habisan. Kamu selalu merasa kurang cantik, padahal kamu sudah melakukan semua treatment yang mungkin dilakukan. Karena rasa cantik itu tidak muncul dari pengakuan orang, melainkan dari dalam dirimu sendiri.

Kunci kecantikan tidak ada pada seberapa lengkap makeup yang kamu kenalan atau bagaimana bentuk hidung dan alismu, melainkan seberapa kamu mencintai dan menerima dirimu sendiri. Menerima diri sendiri, artinya menyadari bahwa dirimu adalah ciptaan Tuhan yang pastinya memiliki keunikan. Dengan sendirinya kamu sadar akan perlunya mengembangkan seluruh potensi yang kamu punya. Karena tentu terlalu sempit bila mengartikan cantik hanya sebagai satu sisi manusia, yaitu rupa, padahal masih ada sisi-sisi lainnya dari dirimu yang bisa dibanggakan. Pada titik itu, kamu ingin cantik untuk dirimu sendiri. Kamu sudah melepaskan diri dari kungkungan SNI, dan menjadi sosok yang cantik sekaligus merdeka.