Harapan untuk meraih hal-hal yang membahagiakan hati adalah sebuah keinginan mutlak yang dimiliki setiap orang. Tidak cuma anak-anak yang bisa menggantung mimpi dan cita-cita di atas langit, orang dewasa pun punya banyak ingin yang telah disusun dalam wishlist.

“Aku ingin punya kerja yang mapan dan bergaji besar.”

“Dapet suami yang tampan dan mapan.”

“Punya istri cantik, pinter masak, dan penurut.”

Angan sederhana seperti ini pasti pernah terbesit dalam pikiran kamu, kan? Beberapa hal ini, akan kamu berikan ekspektasi yang tinggi, supaya kamu bisa benar-benar merasa menjadi manusia yang bahagia. Tapi, ekspektasi tinggimu itulah yang bisa menggugurkan harapan indahmu nantinya.

Bagaimana bisa? Ya, saat realita membuat impianmu tak terkabul seperti yang diharapkan, tak ada hal lain yang kamu dapat selain kecewa. Dari kekecewaan itu, untuk bangkit dan memugar harapan yang baru pun harus kamu lakoni. Memulai dari awal inilah langkah tersulitnya.

Daripada dibuat kecewa dengan ekspektasi berlebihan, banyak juga kok diantara kamu yang memilih mottojalanin dulu aja” di segala keadaan. Apa untungnya? Hipwee sudah merangkum beberapa keuntungan dari moto hidup yang dikira selow ini, yang siap untuk disimak bersama.

Menyimpan harap adalah manusiawi. Awalnya, kamu sekadar membayangkan hal manis dan positif sebagai motivasi.

Advertisement

Menggantung harap via www.therichdaily.com

Life goal setiap orang memang berbeda. Yang paling mendasar dan pasti ingin dicapai adalah mendapat pekerjaan yang sesuai passion dan memberi hasil yang besar. Berangan memiliki pasangan idaman masa depan yang akan saling menemani satu sama lain sampai rambut beruban pun tidak akan terlewat.

Membayangkannya saja membuatmu senyum-senyum sendiri. Ekspektasi yang kalian taruh pun semakin melambung. Santai saja, dibuat bahagia oleh angan memang manusiawi. Hal itu nggak membuat kamu jadi buruk, justru hal itu yang bikin kamu lebih giat dalam belajar dan bekerja. Kamu bahkan sudah menyiapkan matang-matang target yang penuh perencanaan dan detil. Doa pun tak pernah berhenti terpanjat saat kamu beribadah dan memohon pada Tuhan.

Perlu diingat, harapan tak akan berjalan sejalan dengan realita. Dikecewakan yang dialami dari gesekan dua hal itu membuat motto-mu berubah jadi “jalani aja dulu

Motto baru dimulai via www.miss-annie.com.tw

Expectation is the root of all heartache

— William Shakespeare

Membayangkan tentang masa depan yang manis itu membahagiakan memang. Tapi, kamu pun harus menyadari bahwa kita sedang terbuai dengan angan semata. Realita lah yang mengambil alih untuk hasil akhirnya, apakah mimpimu bisa terwujud ataukah seterusnya menjadi angan semata. Tidak jarang, kamu pun merasakan pahitnya jatuh dan dibuat kecewa oleh realita yang memutarbalikkan ekspektasimu menjadi rasa sedih. Ya, kamu harus tetap lapang dada bahwa angan yang kamu harapkan selama ini tak sesuai dengan realita.

Konflik yang terjadi antara realita dan ekspektasi membuatmu harus banting setir dalam motto hidup. “Jalanin dulu aja“. Kamu tidak berekspektasi terlalu tinggi tentang apa yang kamu ingin sekarang. Usaha tidak akan berhenti dilakukan. Karena yang namanya rejeki sudah ada yang mengatur. Jika memang kamu ditakdirkan, semesta pasti akan mendukung.

Kamu pun menjadi orang yang penuh persiapan dan rencana cadangan. What happens, happens. Takdir yang sudah direncanakan Tuhan selalu indah.

rejeki mengikuti via www.puckermob.com

“Apa kamu yakin hubungan kita ini bisa berlanjut sampai gerbang pernikaan?”

“Jalani dulu aja ya, Sayang. Jika memang kita berjodoh dan nggak pernah berhenti berjuang, semua ini bisa jadi nyata.”

Jadi orang yang bermotto “jalanin aja dulu” itu justru nggak dibuat mudah menyerah oleh keadaan. Justru kamu lebih siap ketika menerima hasil yang berbeda dengan harapanmu. Kamu pun sudah menyiapkan beragam rencana tambahan seandainya saja yang kamu rencanakan tak berjalan sesuai rencana. Masih ada rencana lain yang sudah kamu pertimbangkan tanpa mengurangi kadar harapan baik.

Urusan menikah dan jodoh pun tidak ada yang bisa menebak. Jika percakapan di atas terjadi dan pasanganmu menjawab dengan “jalanin dulu aja”, jangan buru-buru cap dia sebagai orang yang pasrah dan nggak mau usaha. Berusaha untuk menjadi jodohmu sedang ia perjuangkan, tapi dia tidak menggantung harap terlalu tinggi jikalau kamu dan dia tidak ditakdirkan untuk bersama nantinya. Belajar menggantung ekspektasi sewajarnya tidak mudah, memang harus diusahakan dari diri sendiri.

Mematok harapan dalam porsi yang wajar membuatmu jadi tahan banting dan siap untuk menerima hasil terburuk.

Harap harap cemas via alisoncoldridge.tumblr.com

Segala sesuatu yang berlebihan akan membawa dampak yang kurang baik. Makan terlalu banyak bisa membuat kamu kekenyangan dan menganggu jalannya metabolisme di tubuh. Bekerja terlalu berlebihan bisa bikin kamu kecapekan. Ekspektasi berlebih pun akan membuat pikiranmu jadi kurang baik. Apa kamu akan baik-baik saja jika dibayang-banyangi impian yang masih semu.

Kamu yang sedang men-“jalani dulu aja“, nggak menaruh harap lebih akan sesuatu yang akan terjadi pada yang kamu inginkan. Bersiap untuk menerima hasil terburuk sudah kamu siapkan dalam dirimu. Kamu pun nggak khawatir dibuat kecewa oleh keadaan dengan tidak berharap terlalu banyak. Secara tidak sadar, hal baik ini melekat dalam pembentukan mentalmu. Tahan banting dan tidak mudah menyerah adalah dua hal baik yang tertanam dalam mentalmu.

Ketika mendapatkan hasil yang melebihi ekspektasimu, kamu pun dibuat senang dengan kejutan tak terduga. Hal ini jadi lebih menyenangkan untukmu.

Makin senang via metropotam.ro

Jalani dulu aja” tidak memiliki arti pasrah dan tidak mau berjuang lebih. Bukan, kamu tetap semangat menjalani segala aktifitasmu secara totalitas. Mungkin saja di pekerjaan, kamu menjadi karyawan yang baik, selalu mengerjakan kewajiban sesuai deadline. Ternyata saat gajian, kamu dapet bonus gaji yang nggak terduga. Wah, kamu yang selow dan mengikuti arus, nggak nyangka kalau akan dapet tambahan.

Kejutan menyenangkan inilah yang akan membuat kamu senang dan motto-mu yang tidak menginginkan harapan lebih pun mulai memberi hasil. Karena kamu percaya, bahwa semesta punya caranya sendiri untuk memberimu kebahagiaan kecil. Berharap berlebihan hanya akan membuat kamu terluka dan jatuh bangun oleh mimpi yang kamu buat sendiri.

Dari kejutan tak terduga itulah yang malah kamu lebih semangat menjalani hari. Harapan yang wajar akan selalu berdamai dengan realita.

Jangan buru-buru bilang kalo orang yang “jalani dulu aja” itu nggak berpendirian atau termotivasi. Salah, mereka punya ambisi yang sudah dirangkai, tapi tidak terlalu ambisius dalam pencapaiannya. Mereka seimbang antara impian dan realita. Mendapat kejutan dan hal menyenangkan yang tak terduga adalah nilai lebih. Kamu pun makin semangat menjalani motto jalani aja dulu. Prediksi dari Tuhan dan semesta tidak ada yang tau. Berangan boleh,
jangan lupa, realita dan dirimu sendirilah yang menentukan.

Di dalam hati orang tidak ada yang bisa menebak. Sudah berapa banyak mimpi yang tergantung dan ingin dijadikan nyata. Alangkah baiknya, jangan buat dirimu dibuai oleh mimpi. Perlu dijadikan pengingat bahwa kenyataan tak selalu sejalan dengan yang kamu inginkan. Kalau kamu nggak suka dapat kejutan yang menyakitkan, memakai motto “jalani dulu aja” juga boleh, kok.

Lihat juga tips lainnya dari Dwitasari untuk memotivasi diri kamu lagi.

Kredit featured image: http://theodysseyonline.com/marywood/an-open-letter-to-the-girl-who-always-has-smile-on-her-face/263442