Sudah berkali-kali berusaha menurunkan berat badan tapi tak kunjung berhasil juga? Mungkin karena kamu menghindari makan makanan berlemak. Lho kok bisa? Bukannya makan makanan berlemak justru bikin kita gendutan? Hmm…. lemak apa dulu, jangan salah sangka!

Karena pada faktanya, nggak semua lemak itu jahat. Ada beberapa lemak baik yang justru tubuhmu butuhkan demi mendapatkan berat badan dan bentuk tubuh idaman.

Selain mengurangi berat badan, lemak juga bisa mengurangi resiko penyakit jantung lho!

Kurangi resiko penyakit jantung via dukehealth.org

Tidak hanya mengurangi berat badan saja, lemak juga bisa mengurangi resiko penyakit jantung dan membuat tubuhmu merasa lebih baik secara keseluruhan.

Bukan sembarang lemak ya, ada dua lemak baik yang harus kamu konsumsi yaitu MUFAs (Monounsaturated fats atau lemak tak jenuh tunggal) dan PUFAs (Polyunsaturated fats atau emak tak jenuh ganda). Misalnya asam lemak omega-3 dan omega-6. Lemak jenis ini biasanya terkandung dalam minyak ikan, seperti ikan salmon.

Rahasia besar kenapa lemak baik dapat melawan penyakit adalah kandungan antioksidannya

Advertisement

Antioksidan lemak baik via ozonnews.com

Antioksidan yang dikandung oleh lemak baik lah yang mampu melawan penyakit. Kandungan tersebut antara lain adalah Vitamin E yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat sehingga menurunkan risiko penyakit jantung. Ada juga asam lemak yang menjaga banyak fungsi tubuh serta menunjang sistem kekebalan tubuh dan hati.

Sementara itu MUFAs atau asam lemak tak jenuh tunggal dapat membantu membakar lemak perut, ini nih yang bisa bikin kamu makin ramping.

Bukan hanya lemak baik, sedikit lemak “jahat” pun dampaknya tak seburuk yang kamu bayangkan

Lemak jahat VS lemak baik via katalysthealthblog.com

Beberapa penelitian mengungkap bahwa lemak jenuh pun dampaknya tidak seburuk yang kamu bayangkan. Misalnya lemak dari susu, keju, dan daging. Penelitian terbaru menunjukkan tidak ada korelasi antara makan lemak jenuh dengan peningkatan resiko penyakit jantung. Bahkan minyak kelapa sebagai lemak jenuh nabati telah terbukti meningkatkan kadar kolesterol baik atau HDL.
Tapi mengkonsumsinya tetap harus dibatasi ya, guys! Memakan lebih banyak lemak bukanlah hal yang buruk, asalkan dikontrol.

Ingat bahwa lemak baik maupun jahat tetaplah tinggi kalori. Konsumsi lemak harianmu paling tidak harus 2000 kalori, yang artinya kamu tidak boleh mengonsumsi lebih dari 65 gram bahan makanan yang mengandung lemak, itu sudah termasuk lemak baik.

Julie Upton, seorang ahli gizi, dilansir oleh Popsugar bahkan menyarankan untuk mengganti karbohidrat berkualitas rendah dengan makanan yang kaya lemak jenuh. Karena MUFAs dan PUFAs akan membantu untuk mengakomodasi ekstra kalori. Hmm.. jadi kamu sudah bisa lebih bijak untuk mengonsumsi lemak ‘kan sekarang? Asal nggak berlebihan, it’s okay lah…