Akhir-akhir ini cuaca terasa panas sekali. Rasa-rasanya bikin males ngapa-ngapain karena mager bawaannya. Pergi keluar rumah juga makin males, apalagi harus menggunakan motor pada tengah hari. Macet, panas, ah pokoknya menyebalkan deh kalau harus melewati kejadian kayak gini!

Tapi, pernah kepikiran nggak sih mengenai kondisi kesehatan kulit kalian? Terutama pada saat masuk cuaca panas kayak gini? Karena biasanya masuk musim panas, kesehatan kulit kita juga bisa terancam loh!

Terpapar sinar sinar matahari di siang hari yang mengandung sinar ultraviolet biasanya tidak bersahabat loh teman-teman. Karena menyebabkan radiasi bagi kulit kalian. Sinar radiasi ini sebetulnya dibagi menjadi 3 kategori, sinar radiasi UVA, UVB, dan UVC. Semua kategori ini ternyata berbahaya bagi kesehatan kulit kita, karena sinar radiasinya ini bisa menyebabkan penuaan dini, kulit jadi berkerut, perubahan kulit hingga gatal-gatal. Makanya, untuk teman-teman semua diharapkan menggunakan lotion ya ketika pergi kemana pun. Agar kulitmu tetap terjaga dari bahayanya sinar ultraviolet. Jangan males ya, soalnya aku pun yang sudah rajin menggunakan lotion keluar rumah, masih juga tuh terserang gatal-gatal di kulit. Nah, ngomongin gatal-gatal di kulit, aku mau sedikit sharing ke kalian tentang pengalamanku ketika terserang gatal-gatal di kulitku ini.

Pada saat aku ngerasa gatal-gatal di badan, aku pikir mungkin ini hanya gatal-gatal biasa. Waktu itu aku cuma mikir mungkin karena aku jarang mandi kali ya hehehehehe makannya jadi gatal-gatal. Oke, aku putuskan untuk lebih rajin mandi dari biasanya. Tapi kok gatalnya masih muncul juga ya? Karena aku kesel sama gatal di kulitku ini, terkadang aku garukkin kulit aku sampe berdarah. Ilang sih gatalnya, tapi kok malah jadi nyebar ya gatalnya? Sempet kepikiran macem-macem, takut banget kena kanker kulit karena aku keseringan keluar pas matahari lagi panas-panasnya, oleh karena itu aku memutuskan untuk pergi ke dokter.

Ternyata, kata dokter ini merupakan salah satu bentuk alergi yang muncul secara berbeda. Pencetus dari alergiku ini lagi-lagi adalah debu. Dulu sih, aku alergi karena debu biasanya jadi asma. Karena asma udah nggak kambuh lagi, aku pikir ya berarti aku udah sembuh atau aku berpikir memang aman-aman saja tidak pernah bertemu dengan si pencetus alergi.

Dokter juga bilang sama aku, kulitku terasa semakin gatal juga mungkin ditambah dengan adanya proses pembangunan yang terjadi di sekitaran rumahku. Setelah dipikirkan, memang benar apa yang dikatakan oleh dokter, di depan rumahku sedang ada proyek pembangunan rumah. Pantas saja, gatal ini tidak pernah hilang-hilang! Huft.

Nah, dengan adanya kejadian ini aku diberikan obat dan cream untuk kulitku. Dokter juga menyarankan aku untuk melakukan beberapa hal berikut:

1. Mencuci handuk seminggu sekali

Dengan mencuci handuk seminggu sekali, dapat mengurangi debu-debu yang menempel di handuk tersebut. Kemudian, setelah mencuci handuk tersebut, sebisa mungkin kita menjemur kembali handuk-handuk itu di ruangan yang tertutup tetapi masih memiliki pencahayaan yang baik agar handuk tetap bisa kering dan resiko terkena debunya juga menjadi lebih sedikit.

2. Setrikalah baju setelah dijemur

Setrika baju

Setrika baju via https://cdns.klimg.com

Nah, terkadang ini adalah momen yang paling bikin males. Karena ini juga aku alami sendiri hehehehe. Ternyata ini salah loh teman-teman, karena proses penjemuran baju selain membuat debu-debu menempel di baju, bakteri dan kuman pun pasti ikut menempel di dalamnya. Agar bakteri dan kuman tidak terlalu lama dan memungkinkan untuk berkembang biak karena setelah dijemur tidak langsung disetrika, lebih baik langsung aja deh disetrika.

3. Setrika kembali baju yang tersimpan di lemari

Advertisement

Ternyata, baju yang sudah disetrika dan tersimpan di lemari dalam waktu yang agak lama juga nggak baik loh temen-temen. Bakteri dan kuman pun masih bisa tumbuh di dalam lemari. Oleh karena itu, untuk menghindari gatal-gatal di kulit, sebaiknya setrika kembali ya bajunya.

4. Mengganti sprei dan sarung bantal seminggu sekali

Selain handuk, barang-barang yang sering berkontak dengan kulit kita adalah sprei dan sarung bantal. Sprei dan sarung bantal pun bisa menyimpan berbagai macam debu dan bakteri loh bahkan juga tungau. Untuk kulit kalian yang sensitif dan alergi, sebaiknya sering-sering deh melakukan hal ini.

5. Membersikan rumah

Membersihkan rumah

Membersihkan rumah via https://www.google.co.id

Terakhir, jangan lupa selalu membersihkan rumah ya! Menyapu dan mengepel rumah merupakan hal yang penting untuk menghindari rumah kita dari berbagai debu yang berasal dari luar.

Advertisement

Dengan beberapa tips yang diberikan dokter itu, sampai saat ini aku masih menjalaninya. Akhirnya gatal-gatal di kulitku berkurang deh! Sekarang udah nggak pernah lagi garuk-garuk kulit sampe berdarah lagi hihihihi.

Semoga tips dari dokterku juga bisa menjadi informasi tambahan bagi kalian yang mungkin mengalami hal yang sama kayak aku. Semoga sharing pengalamanku ini juga bisa bermanfaat bagi kalian semua ya. Kulit itu adalah salah satu aset yang harus dijaga juga temen-temen, oleh karena itu tetaplah rawat kulit temen-temen agar selalu sehat ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya