Dear calon jodohku, sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri mungkin saja kamu lupa denganku atau terkejut dengan kejujuran yang akan kusampaikan. Perkenalkan aku adalah laki-laki yang diam-diam menyimpan rasa untukmu.

Aku laki-laki yang punya harap suatu hari tidak hanya bertamu ke rumahmu tapi juga menjabat tangan ayahmu didepan penghulu juga saksi.

Advertisement


Cukup lama aku menaruh hati. Tapi tak punya nyali untuk mendekat lebih jauh. Aku hanya laki-laki kaku yang yang tak mampu menyembunyikan kegugupan saat didekatmu.


Guyonan receh yang kerap aku lontarkan hanya pengalihan dari rasa gugup. Tak apa jika terkadang kau tak tertawa dengan candaan yang aku lakukan atau kau memandangku bodoh sekalipun. Sungguh aku baik-baik saja dengan segala ekspresi aneh yang kau tujukan untukku.

Dear calon jodohku, wanita yang kukenal dengan sifat keibuannya.

Advertisement

Mungkin hadirku tak pernah kau hiraukan.

Iya siapalah aku. Dibanding dengan laki-laki yang mendekatimu. Aku paham posisiku, maka dari itu aku belum punya nyali untuk menepis jarak diantara kita. Meski kerap bertemu.

Walau sering bertegur sapa. Hanya sekedar basa-basi semata semoga saja dari sekian kata sapa yang kerap aku lontarkan ada satu saja yang berkesan bagimu. Sebagai pengingat untukmu tentang kehadiranku. Tak apa jika sekarang kedekatan ini hanya sebatas kepentingan semata.

Dear calon jodohku, kudengar kau sudah tak sendiri

Kudengar kau sudah punya kekasih. Aku patah hati. Melihat kau jalan beriringan bersama kekasihmu. Semua keberanianku menyapamu setiap berpapasan menguap seperti pecundang yang kalah, aku memilih mundur. Bukan untuk menyerah. Aku bukan laki-laki yang tak tahu malu.


Bagiku merebut ‘milik’ orang lain bukanlah caraku. Aku memberi ruang bagimu menikmati waktu bersamanya. Semoga banyak kau temukan ketidakcocokan dengannya.


Anggap saja jeda ini untuk memastikan perasaanku. Apakah jarak bisa mengikis perasaan padamu atau malah sebaliknya rindu kian menggebu.

Dear calon jodohku, aku menunggu…

Menunggu waktu kau putus dengan pacarmu. Sering-seringlah bertengkar. Sering-seringlah berjalan tak beriringan.


Semangat bertengkar dengan pacarmu ya. Kabari aku jika sudah putus. Biar aku bisa segera datang melamar kerumahmu.


Sekedar kau tahu aku bukan laki-laki yang suka terikat dengan status semu bernama ‘pacaran’. Bagiku bukti cinta yang sesungguhnya adalah dengan mengikatmu dengan cara yang di sukai Tuhan jika tidak mampu lebih baik menjauh.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya