Berat badan dan penampilan. Itulah dua hal yang sering dipikirkan oleh orang dewasa, terutama para wanita Indonesia. Banyak orang dewasa yang ingin kurus, tetapi tidak bisa menjaga pola makan dan juga membatasi ataupun memilah makanan yang mereka konsumsi. Hasilmya, mereka tidak bisa kurus, dan kurus hanya menjadi suatu angan-angan yang tidak tercapai. Faktanya, lebih dari 40 juta orang dewasa mengalami obesitas atau kegemukkan.

Jangan pernah anggap obesitas atau kegemukkan itu sebagai hal yang sepele, loh. Karena World Health Organization menunjukkan bahwa sejumlah 2.8 juta orang dewasa setiap tahunnya meninggal karena penyakit yang asal mula penyebabnya adalah kegemukkan ataupun obesitas. Dari sebanyak itu, 44% meninggal akibat diabetes melitus, 23% karena penyakit jantung, dan 7-41% disebabkan oleh penyakit kanker. Wah, ternyata, memang ya, kita harus benar- benar menjaga berat badan untuk kesehatan kita, karena dampak nya kepada kesehatan sangat berbahaya, lho!

Advertisement

Lantas, bagaimana cara mengetahui bahwa kita obesitas atau kegemukkan apa nggak? Caranya gampang kok! Orang-orang hanya harus mengetahui BMI yang dimiliki oleh badan seseorang. BMI? Apa itu BMI? BMI adalah Body Mass Index. Body mass index ini berfungsi untuk menghitung kadar lemak yang ada di dlam tubuh seseorang. Nah, gimana cara ngitung BMI? Gampang banget, kok!

Yang dibutuhnkan hanya berat badan dalam satuan kilogram, dan tinggi dalam satuan meter yang dimiliki oleh seseorang. Lalu, angka dari berat badan dibagi dengan angka tinggi mereka. Jika hasilnya melebihi 30, berarti orang tersebut mengalami obesitas atau kegemukkan, tuh! Berarti, orang tersebut harus mulai memperhatikan dirinya, supaya nggak makin parah.

Mungkin orang-orang yang memiliki BMI lebih dari 30, akan mencoba berbagai macam cara untuk menurunkan berat badan yang mereka miliki agar tidak mengalami obesitas atau kegemukkan lagi. Pastinya, setiap orang tetep pengen makan enak, makan banyak, tapi bisa tetep turun kan beratnya? Siapa sih yang mau harus susah-susah diet nahan laper. Palingan juga kalo diet harus sampe nahan laper gitu juga ujung-ujungnya gagal, malah jadi sakit lah, fail lah ataupun akhirnya memutuskan untuk nggak jadi diet.

Advertisement

Sebenarnya, untuk menurunkan berat badan kalian tidak perlu bekerja keras, lho! Kalian bisa tetep turun berat badannya, drastic banget malahan turunnya. Tapi, di satu sisi kalian nggak perlu kerja keras untuk nahan laper ataupun ngebates-batesin makanan yang kalian konsumsi. Waduh, gimana tuh caranya? Kok kayaknya dietnya seru tuh!

Jadi, diet ini dinamakan diet keto. Diet keto ini adalah diet yang mengharuskan orang-orang yang menjalani dietnya untuk makan yang banyak, tapi bukan sembarang makanan lho! Kalian cuman diperbolehkan makan daging. Ya, daging, daging apa aja kok, yang penting daging. Intinya, kalian cuman bisa makan protein.

Karbohidrat ataupun gula itu bener-bener nggak boleh. Gimana bisa sih makan daging atau protein doang yang banyak nggak bikin gendut ataupun beratnya naik? Nggak mungkin deh diet keto ini bakal berhasil, nanti yang ada bakal makin naik beratnya. Tidak, berat kalian tidak akan bertambah jika melakukan diet keto ini. Karena, di diet keto ini, badan kalian dipaksa untuk membakar protein daripada karbohidrat dalam tubuh. Biasanya kan badan membakar karbohidrat dan gula, sekarang diganti jadi cuman ngebakar protein doang.

Terus diet keto cuman ada satu macem aja atau ada banyak macemnya? Nah, diet keto ini ada dua macemnya yaitu diet ketofastosis dan diet ketogenik. lah, terus perbedaanya apa dong? Apa cuman beda namanya doang tapi cara kerjanya tetep sama? Tentu saja beda, dong! Jadi, diet ketofastosis itu diet keto yang ngeharusin kalian buat puasa.

Puasa kayak puasa Ramadhan? Ya nggak dong. Kalian harus puasa selama 16 jam. Biasanya, dari jam 8 malem sampe jam 12 siang. Tapi ada juga yang memilih 18 jam biar lebih cepet turunnya. Kalau 18 jam, biasanya itu dari jam 6 sore sampe jam 12 siang. Nah, kalo diet ketogenik, berarti kalian boleh makan kapan aja tanpa larangan. Kalian boleh sarapan, makan siang, dan makan malem tapi ya gitu, cuman boleh makan protein aja.

Tidak hanya berat badannya turun, tetapi diet keto ini memberikan manfaat yang postif kepada kesehatan kalian, lho! Manfaat-manfaat yang diberikan dari diet keto ini seperti kalian bisa mengontrol kadar gula darah kalian, membuat otak lebih fokus, mengontrol epilepsi, mengurangi risiko terkenanya penyakit jantung, sindrom metabolik, mengurangi risiko penyakit Alzheimer & Parkinson. dan juga mengurangi risiko terkena gangguan sistem saraf. Jadi, sebenarnya dengan melakukan diet keto ini kalian juga bisa membuat kalian jadi lebih sehat dan terjauhkan dari penyakit-penyakit kronis yang bisa menyebabkan kematian.

Dari manfaat- manfaat yang dapat kalian dapatkan dari menjalani diet keto, kalian harus berhati-hati dalam menajalaninya, lho! Diet keto ini akan menghasilkan banyak keton yang bisa diterima oleh tubuh manusia dan juga tidak berbahaya jika tidak berlebih. Akan tetapi, jika penghasilan keton terlalu banyak, akan menyebabkan tubuh menjadi asam yang biasanya disebut sebagai ketoasidosis yang akan membahayakan kesehatan kalian.

Lalu, apa gejala- gejala dari ketoasidosis? Gejala dari ketoasidosis meliputi haus, mulut kering, sering buang air kecil, kulit kering, kelelahan, sakit perut, muntah, kesulitan bernapas, dan kebingungan. Bahkan, ketoasidosis yang parah dapat menyebabkan koma sampai kematian.

Ketoasidosis juga bahaya untuk kalian. Jadi, kalian harus berhati- hati juga dalam menjalani diet keto ini. Tidak boleh terlalu lama. Jika kalian merasa sudah mencapai angka yang kalian inginkan pada berat badan kalian, sebaiknya kalian melakukan diet ketogenik saja dan menambahkan karbohidrat-karbohidrat yang baik seperti sayuran dan sedikit nasi dan juga gula alami dari buah- buahan pada makanan kalian.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya