Cara Realistis Belajar Bahasa Asing secara Autodidak. Konsisten sampai Mahir

Kalau merasa nggak kunjung lancar, jangan menyerah dulu

Agaknya tak berlebihan kalau kita bilang bahwa belajar bahasa asing terkadang jadi tantangan besar, apalagi kalau belajar sendiri atau autodidak. Di awal-awal, kita bersemangat mempelajari seluk-beluk bahasa tersebut. Namun, di pertengahan jalan, semangat mulai kendur, minat perlahan hilang, dan tak jarang kebingungan pun muncul. Inilah yang sering kali jadi batu sandungan bagi siapa pun yang ingin menguasai bahasa asing.

Jangankan mahir, memahami kosakata dasar aja kadang cukup susah, apalagi nggak ada yang bisa ditanyai saat kebingungan. Konon, belajar bahasa asing melalui lembaga les berbayar lebih disarankan karena ada jaminan diajar oleh mentor yang profesional. Lagipula, kalau kita membayar jadi ada tekanan untuk selalu datang belajar, kan?

Namun, anggapan itu dapat dibantah. Dalam beberapa kasus, nggak sedikit orang yang belajar bahasa asing sendiri sampai akhirnya lancar, kok. Sssttt… ada kunci yang harus dikuasai agar kerja kerasmu belajar asing benar-benar membuahkan hasil. Yuk, simak bocorannya di ulasan ini!

1. Pahami dulu tingkat kesulitan bahasa asing yang akan kamu pelajari!

Bahasa di Dunia

Human language di dunia | Illustration by Hipwee

Sebelum mulai belajar bahasa asing sendirian, kamu harus bisa mengukur kesulitannya sehingga tahu harus mengerahkan sebanyak apa porsi usaha yang diperlukan. Minimal kamu punya gambaran seberapa sulit atau mudahnya bahasa tersebut. Pasalnya, setiap bahasa memiliki cara penulisan dan pengucapan yang berbeda-beda, bahkan ada pembagian kata berdasarkan gender. Pun, ada beberapa pakem aturan yang wajib diikuti.

Sejauh ini, 3 bahasa asing ini yang sering disebut-sebut paling susah dipelajari. Mengapa, ya?

  • Bahasa Mandarin

Penggunaan huruf, pengucapan tekanan huruf, sampai goresan penulisan dalam bahasa Mandarin bisa menimbulkan perbedaan makna. Ada empat nada pengucapan yang dipakai dalam bahasa Mandarin. Tiap nada pengucapan bila dipakai ke satu kata yang sama bisa jadi memiliki arti yang berbeda. Nah, kalau nggak memperhatikan hal-hal detail ini, pengucapan atau penulisanmu bisa menyebabkan kesalahpahaman.

  • Bahasa Jerman

Aturan untuk kata benda dan kata kerja menjadi salah satu alasan mengapa bahasa Jerman cukup sulit dipelajari. Kata benda dalam bahasa ini memiliki empat penggunaan yang berbeda dan tiga jenis yang berbeda pula untuk tiga gender. Duh, memikirkan aturan ini aja, kepala kita sudah pusing. Makanya, usaha untuk mempelajari bahasa Jerman lebih besar dibandingkan mempelajari bahasa lain.

  • Bahasa Rusia

Dinobatkan sebagai bahasa terseulit di dunia, bahasa Rusia menggunakan alfabet yang nggak familier. Alfabet Cyrillic namanya. Bagi pemula, bahasa Rusia kerap dikeluhkan sebagai bahasa yang memusingkan. Belum lagi intonasi yang berbeda-beda dalam bahasa ini menyebabkan perubahan arti.

Sementara itu, bahasa Spanyol bahasa Italia, sampai bahasa Belanda dianggap bahasa yang mudah dipelajari. Namun, tingkat kesulitan dan kemudahan tiap bahasa bisa jadi relatif, ya. Tiap orang punya penilaiannya sendiri. Namun, satu hal yang pasti, kesulitan  tersebut jangan dipandang sebagai hambatan. Kemudahannya pun jangan diremehkan. Kuncinya, komitmen dan tekad untuk belajar bahasa asing.

2. Gunakan metode baca-terjemahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis. Terbukti nih!

Cara ini diadopsi dari kebiasaan Naelil Maghfiroh (26 tahun) yang kini bekerja di Malaysia sebagai karyawan swasta. Dengan belajar sendiri, Naelil mahir berbahasa asing sampai akhirnya diterima studi di Turki dan bekerja di perusahaan luar negeri.

Tim Dalam Artikel Ini