7 Efek Buruk Penggunaan Tusuk Gigi yang Sering Diabaikan. Ya, Wajar Kalau Gigimu Merenggang

Tusuk gigi

Saat makan, tak jarang ada sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi, terlebih jika gigimu bolong. Sisa-sisa makanan ini harus segera diambil supaya nggak mengeras dan berakhir menjadi plak gigi. Untuk mengatasinya, kamu bisa berkumur atau menyikat gigi. Namun kebanyakan orang justru mengambil sisa makanan menggunakan tusuk gigi kayu. Mereka sengaja menyetok tusuk gigi kemasan guna membersihkan sisa makanan yang tertinggal di gigi. Padahal menurut ahli, hal ini malah berbahaya dan bisa menimbulkan dampak buruk pada kesehatan gigimu.

Advertisement

Selain karena harga tusuk gigi 1 pack di pasaran yang sangat terjangkau, menggunakan tusuk gigi juga menimbulkan kepuasan tersendiri. Padahal ada beberapa bahaya tusuk gigi yang barangkali sedang mengintaimu seperti yang Hipwee Tips jabarkan berikut ini.

1. Penggunaan tusuk gigi makanan yang terlalu sering dapat menciptakan jarak antar gigi

gigi renggang | credit: Burbank Dental Implants via www.burbankdentalimplants.com

Sebetulnya, penggunaan tusuk gigi dinilai kurang efektif dan malah menyebabkan sisa-sisa makanan terjebak akibat dorongannya. Lambat laun, sisa makanan ini akan membuat makanan lainnya jadi ikut terselip karena kerapatan giginya berkurang, sehingga mau nggak mau kamu mesti terus-menerus menggunakan tusuk gigi untuk membersihkannya.

Cobalah beralih menggunakan tusuk gigi benang yang setidaknya lebih aman daripada tusuk gigi bambu kebanyakan.

Advertisement

2. Selain menimbulkan ruang antar gigi, penggunaan tusuk gigi juga dapat mengubah posisi gusi

gusi turun | credit: Drania via drania.com

Terlalu sering menggunakan tusuk gigi ternyata bisa mengubah posisi gusi dan membuatnya jadi bergerak naik turun. Jika terus dilakukan, kebiasaan ini dapat memicu penurunan gusi dan membuat sebagian akarnya terbuka. Padahal kalau sampai akar gusi terbuka, rasa sakitnya sangat tak tertahankan.

3. Efek buruk lain yang mungkin terjadi ialah perdarahan pada gusi

gusi berdarah | credit: Baby Centre via www.babycentre.co.uk

Ujung tusuk gigi yang tajam dapat menimbulkan luka dan menyebabkan perdarahan di area gusi. Pasalnya, dalam gusi terdapat lapisan lunak yang sangat rawan jika terkena benda tajam. Kalau nggak segera ditangani, masalah ini bisa berkembang dan semakin memperburuk kesehatan gusi dan gigimu. Makanya, sebelum terjadi masalah yang lebih serius, mulailah kurangi penggunaan tusuk gigi besi.

4. Pengikisan enamel mungkin terjadi kalau kamu masih terus menggunakan tusuk gigi

pengikisan enamel | credit: Elzaref Family via alrezfamilydentistry.com

Enamel gigi adalah lapisan gigi terluar yang berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya supaya terhindar dari rasa sakit akibat benda asing yang masuk ke gigi. Ketika seseorang menggunakan tusuk gigi, mereka cenderung mengunyahnya, padahal tusuk gigi sendiri terbuat dari plastik atau kayu, yang mana dua material ini dapat memicu kerusakan enamel. Dampak kerusakan enamel yang paling terasa di antaranya ialah gigi sensitif dan perubahan warna.

Advertisement

5. Gigi keropos dan sering sakit gigi pun merupakan salah satu dampak buruk penggunaan tusuk gigi yang terlalu sering

gigi keropos | credit: Kompas via sains.kompas.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa penggunaan tusuk gigi bisa memengaruhi posisi gigi yang bergerak naik turun. Nah, ternyata hal ini erat kaitannya dengan kerusakan pada akar gigi juga lo! Pada beberapa kasus, kerusakan ini dapat menimbulkan rasa sakit yang amat parah dan lambat laun bisa memicu gigi berlubang. Kebanyakan masalah ini terjadi akibat pemaksaan menggunakan tusuk gigi untuk mengambil sisa-sisa makanan di celah-celahnya.

6. Pengguna veneer gigi dan tambalan mesti mengurangi frekuensi pemakaian tusuk gigi kalau nggak mau cepat terkikis

veneer atau tambalan rusak | credit: Alodokter via www.alodokter.com

Bagian gigi yang ditambal atau diberi veneer tak boleh dikorek-korek sekalipun menggunakan tusuk gigi dental floss. Kalau ngeyel, jangan heran jika sewaktu-waktu tambalanmu terkikis atau veneer-mu jadi cepat rusak. Lebih baik berkumurlah atau sikat gigi langsung untuk mengangkat sisa-sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi.

7. Penggunaan tusuk gigi juga bisa memicu bau mulut lo! Masa iya sih?

bau mulut | credit: Web MD via www.webmd.com

Umumnya, tusuk gigi digunakan untuk mengangkat sisa-sisa makanan yang terjebak di sela-sela gigi. Tapi faktanya, menurut ahli, penggunaan tusuk gigi justru dapat membuat sisa makanan makin terjebak. Kalaupun bisa hilang, mungkin hanya sisa makanan yang ukurannya agak besar saja, yang kecil tetap akan berada di sana. Padahal penumpukan sisa makanan di sela-sela gigi dapat memicu bau tak sedap apalagi kalau nggak kunjung dibersihkan.

Para ahli mengimbau, setidaknya gunakanlah alat pembersih lain seperti obat kumur atau dental floss untuk mengangkat sisa-sisa makanannya.

Dari sini mestinya kamu tahu bahwa menyikat gigi jauh lebih dianjurkan daripada penggunaan tusuk gigi. Boleh saja sesekali dipakai, tapi jangan keseringan. Atau, kalau mau aman, beralihlah ke dental floss, walau harganya lebih mahal daripada harga tusuk gigi kebanyakan. Tapi tak masalah, toh demi kesehatan, kan?

Gelombang resesi mulai menghampiri, bagaimana kalian mempersiapkan diri menghadapinya? Isi survei berikut ini.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE