Jawaban Ibu Warganet Soal Calon Istri yang Bisa Masak Ini Melegakan Kita Semua. Bisa Dipelajari, Kok

calon istri harus bisa masak

Bagi seorang laki-laki, mencari istri atau pendamping hidup tentunya bukan urusan yang mudah. Selain terkait dengan diri sendiri, perkara krusial satu itu tak dapat dilepaskan dari tuntutan lingkungan, terlebih orang tua. Banyak tuntutan yang seolah-olah begitu menghantui, salah satunya adalah syarat bahwa seorang perempuan yang hendak menjadi istri seharusnya bisa memasak.

Advertisement

Entah bagaimana “budaya pra nikah” tersebut dapat berkembang, tapi rupanya tak sedikit orang-orang zaman sekarang yang menerapkan hal itu. Padahal sebenarnya banyak lo, hal penting lainnya yang bisa lebih dipikirkan daripada hanya urusan masak-memasak ini.

Di Twitter sedang ramai utas tentang jawaban seorang ibu yang ditanya bagaimana pandangannya terhadap wanita yang tak bisa memasak

“Kalau ada wanita yang tak bisa memasak, bukan berarti dia istri yang tak baik”

Advertisement

Meski banyak orang yang menganggap bahwa bisa memasak adalah salah satu syarat wajib untuk menjadi seorang istri, namun ternyata masih ada juga lo orang tua yang memiliki pola pikir seperti yang diceritakan oleh @ohraka. Ibunya berpendapat bahwa seorang wanita yang tak bisa memasak, bukan berarti dia merupakan istri yang tak baik.

Setelah menjadi istri, wanita akan paham sendiri kok nantinya apa yang menjadi kewajiban. Toh jika pun menghendaki punya istri yang bisa masak, itu bisa dipelajari bersama setelah menikah, bukan sesuatu yang harus dan wajib ada sebelum menikah.

Nggak banyak yang seberuntung Raka, banyak orangtua yang menjadikan kemahiran masak jadi pertimbangan utama memilih menantu

Advertisement

Tantangan pernikahan via guneman.co

Sadar nggak sadar, selama ini kita seringkali lupa jika menikah bukan hanya berurusan dengan pasangan kita saja, namun juga meliputi segala hal yang ada di sekitar kita dan sekitarnya. Di saat kita sudah menerima calon pasangan kita dengan apa adanya, tak jarang cobaan malah datang dari pihak lain.

Tak dapat dimungkiri memang, hal tersebut seringkali berasal dari orang tua sendiri yang masih memiliki pikiran-pikiran tertentu yang tak sejalan dengan kita. Bukan pernikahan namanya kalau nggak banyak rintangannya. Apapun itu pilihannya, sebagai orang dewasa juga tentunya kita harus udah paham kok tentang konsekuensi yang telah diambil.

Masak emang penting, tapi banyak hal lain yang harus diperhatikan lebih mendalam. Jangan lupa soal kesetiaan, kedewasaan dan kasih sayang

Perhatikan juga hal-hal besar lainnya sebelum menikah via relevantmagazine.com

Sebagai seseorang yang memiliki pikiran cukup dewasa, tentunya kita sadar ada banyak hal besar lainnya yang harus lebih dipertimbangkan. Percuma juga punya pasangan bisa masak, tapi attitude-nya buruk, nggak punya kepekaan sosial, atau bahkan nggak memiliki rasa kasih sayang yang tulus. Itulah mengapa kita tak boleh hanya terpaku pada satu hal dalam memutuskan sesuatu.

Selain itu, hubungan yang sehat juga hanya akan terjadi melalui komunikasi 2 arah. Jika kita menuntut sesuatu, kita harus konsekuen –mesti bisa diandalkan saat ada tuntutan dari pasangan. Percaya deh, saling menghargai dan memberi dengan tulus tak akan membuat kita kekurangan suatu apapun kok!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE