Menjadi ibu baru mungkin membuatmu panik satu dua kali setelah menemukan masalah yang sebelumnya belum pernah kamu jumpai. Anak menangis keras, panik. Anak terserang flu pertama kali, panik. Hingga melihat bercak yang ada di kulitnya juga bisa jadi membuatmu panik. Padahal, bisa jadi hal tersebut merupakan hal yang biasa dialami juga oleh bayi yang lainnya.

Bercak yang kerap dilihat pada bayi adalah bercak biru yang biasa disebut Mongolian Spot atau bercak Mongol. Sebelum panik karena warnanya berbeda, kita simak dulu yuk penjelasannya!

1. Bercak ini biasanya dinamakan Mongolian Spot karena banyak dialami oleh bayi-keturunan Mongolia, tapi banyak juga di Indonesia. Sebenarnya apa sih?

Bayi Mongolia/ Credit: liveitbeautiful.com via www.liveitbeautiful.com

Advertisement

Dilansir dari Alodokter, bercak mongol memiliki istilah medis congenital dermal melanocytosis. Bercak ini berwarna biru biasanya muncul saat bayi dilahirkan, tapi bisa juga muncul di minggu pertama setelah bayi dilahirkan. Bercak ini biasanya terlihat di pantat, punggung, tangan, atau kaki.  Terbentuknya bercak ini adalah karena adanya kumpulan melanosit atau pigmen pada kulit.

2. Bercak Mongol sering dikira memar karena warnanya yang mirip, tapi biasanya memar akan lebih cepat hilang

Mirip memar/ Credit: Pinterest via id.pinterest.com

Dilansir dari laman Healthline, bercak Mongol memiliki ciri-ciri seperti muncul datar dengan kulit tanpa tekstur menonjol, berwarna biru atau keabu-abuan, biasanya memiliki lebar 2 sampai 8 cm, bentuknya tidak beraturan dan tepi yang tak terlihat, serta muncul saat kelahiran atau tak lama setelahnya. Bercak ini tidak disebut bercak mongol jika tidak berwarna kebiruan, terlihat menonjol, dan muncul setelah sekian lama dari kelahiran.

3. Bercak Mongol sebenarnya tidak berbahaya, namun di beberapa keadaan bercak ini bisa menjadi tanda suatu penyakit pada bayimu lo

Waspada jika menyebar/ Credit: Pinterest via id.pinterest.com

Masih dilansir dari Healthline, bercak Mongol sebenarnya bukan sesuatu yang berbahaya. Biasanya tanda ini akan memudar sendiri seiring berjalannya waktu meskipun kemunculannya tak dapat dicegah. Namun walau jarang, bercak ini juga bisa menjadi gejala suatu penyakit jika ukurannya cukup besar dan meluas serta muncul di luar area pantat dan punggung bayi.

Advertisement

Penyakit yang dimaksud adalah penyakit metabolik langka seperti penyakit Hurler, Hunter’s Syndrom, penyakit Niemann Pick, Mukolipidosis, dan Mannosidosis.

4. Karena bukan hal yang berbahaya, bercak Mongol sebenarnya tidak perlu pengobatan khusus. Namun, di beberapa kasus, operasi juga bisa dilakukan

Periksakan/ Credit: Shutterstock via www.shutterstock.com

Sebenarnya bercak Mongol tidak memerlukan pengobatan khusus karena sifatnya yang tidak berbahaya, namun menurut Hello Sehat, bisa juga dilakukan pemeriksaan secara berkala oleh dokter untuk memeriksa apakah ada perubahan abnormal yang mengacu pada gejala kanker kulit pada si kecil. Ada juga metode untuk menghilangkannya dengan cara operasi atau laser jika dirasa mengganggu penampilan dan tak kunjung hilang dalam waktu lama.

Bercak Mongol sebenarnya tidak berbahaya bagi bayi, bahkan 80% bayi mengalami hal ini, namun jika terlihat mencurigakan seperti warnanya yang  berubah, semakin melebar atau tak kunjung hilang, ada baiknya kamu memeriksakan si kecil ke dokter.

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya