8 Hal yang Wajib Dilakukan di Hari Pertama Menyandang Status Ibu. Hayuk Cek Dulu Semua Satu-satu!

persiapan ibu

Menjadi seorang ibu merupakan salah satu anugerah terindah yang tak terlupakan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan, terutama jelang kelahiran. Selain memikirkan mau lahiran di mana dan biaya, kamu pun perlu menyiapkan mental. Ya, menjadi seorang ibu di hari pertama tentu nggak gampang. Perlu banyak persiapan dan dukungan dari orang sekitar.

Advertisement

Tanpa bermaksud membebanimu jelang kelahiran, Hipwee Young Mom berikan ulasan tentang hal-hal apa saja yang perlu disiapkan pada hari pertama resmi menyandang status seorang ibu. Sambil menyimak dengan tenang, semoga informasi berikut ini dapat membantumu jelang kelahiran si buah hati.

1. Diskusikan bersama pasangan tentang biaya persalinan mau lahiran di mana. Pertimbangkan secara baik-baik agar jelang kelahiran dan setelahnya sudah tenang dan tak banyak pikiran

diskusikan bersama pasangan (Credit: Kelly Sikkema/Unsplash) via unsplash.com

Selain sibuk mencari dokter atau bidan yang cocok denganmu sejak awal kehamilan, ketika sudah memasuki trisemester kedua, ada baiknya kamu dan pasangan mulai diskusikan mengenai berbagai hal yang menyangkut proses persalinan. Mulai dari lokasi lahiran seperti rumah sakit, klinik, hingga biaya persalinan menggunakan BPJS Kesehatan, asuransi, atau uang pribadi. Kalian pun perlu mempertimbangkan jarak tempuh lokasi lahiran dengan tempat tinggal. Ini penting untuk mempermudah mobilitas jelang kelahiran.

2. Pastikan akan tinggal di mana sesudah lahiran. Ini penting demi kenyamananmu di awal waktu sambil belajar mengurus sang buah hati

pastikan akan tinggal di mana setelah lahiran (Credit: Kevin Liang/Unsplash) via unsplash.com

Setelah berdiskusi soal proses persalinan, kamu dan pasangan perlu pikirkan di mana kalian tinggal setelah lahiran. Apakah di rumah sendiri atau bersama orangtua? Karena kondisimu di hari pertama menjadi ibu tentu masih sangat lemah. Kamu butuh bantuan ada yang mendampingi selama mengurus bayi, diri sendiri, dan suami. Buatlah dirimu nyaman setelah lahiran, jangan merasa terbebani.

Advertisement

3. Jangan sampai kamu yang masih belum pulih terpaksa menerima kunjungan. Coba bicarakan ini dengan pasangan dan orangtua

jangan terpaksa menerima kunjungan jika belum pulih (Credit: Ana Tablas/Unsplash) via unsplash.com

Proses persalinan sangat menghabiskan tenaga. Karena itu, tubuh dan pikiranmu butuh adaptasi setelah melahirkan. Jangan memaksakan diri menerima kunjungan jika merasa belum pulih. Kalian berdua bisa berdiskusi soal hal ini kepada keluarga dan teman-teman yang sudah menanyakan kapan bisa dijenguk. Di awal waktu menjadi ibu, kamu perlu menikmati waktu bersama bayi sebanyak-banyaknya. Jangan sampai tubuh yang masih lelah, lalu dipaksa menerima kunjungan. Terlebih di masa pandemi seperti ini, terapkan aturan khusus soal kunjungan. Tak menerima tamu dulu, nggak dosa kok.

4. Banyak cari info tentang menyusui. Ini penting sebagai bekalmu saat hari pertama menjadi ibu nanti

Bekal penting yang bakal sangat kamu butuhkan Credit : Dave Clubb/Unsplash via unsplash.com

Menyusui merupakan salah satu hal utama dan sangat penting bagi seorang ibu kepada bayinya. Dilansir dari Parents, menyusui dapat mencegah bayi obesitas hingga penurunan risiko infeksi dan alergi. Karena itu sebelum melahirkan, para calon ibu diminta untuk banyak mencari informasi seputar menyusui. Kamu pun bisa menanyakan ketersediaan konsultasi laktasi di rumah sakit jika memungkinkan sebelum melahirkan.

Advertisement

Konsultasi laktasi bermanfaat jika ASI atau proses menyusui si bayi nanti akan bermasalah seperti ASI yang tidak lancar, mampet, atau sulit menentukan posisi bayi saat menyusui. Menurut seorang dokter anak di Franklin, Wisconsin, Amerika Serikat, Jenny Thomas, M.D., IBCLC, cobalah menyusui dalam satu jam pertama setelah melahirkan. Karena pada 2 jam kemudian, banyak bayi akan sulit dibangunkan.

5. Skin to skin bersama bayi saat baru lahir itu sangat baik bagi perkembangan kesehatannya, pengenalan, dan kedekatan dengan sang ibu

View this post on Instagram

A post shared by Maria Dyer A S (@achasinaga) on

Tidak ada yang lebih menenangkan bagi bayi yang baru lahir ketika berada dekat dengan sang ibu. Kontak skin to skin dilakukan setelah persalinan, bayi ditempatkan langsung ke kulit dada ibu. Pada momen ini, biasanya bayi akan langsung berhenti menangis dan tertidur. Dilansir dari We Have Kids, kontak skin to skin dapat mendorong pemberian ASI dan bantu menjaga suhu tubuh bayi. Selain itu, skin to skin juga dapat bantu bayi mengatur pernapasannya. Dilansir dari Cleveland Clinic, bayi yang diletakkan langsung di atas perut tepat setelah lahir merupakan momen dimulainya si bayi mengenal sang ibu.

6. Latih diri mengetahui cara memandikan, membersihkan, membedong, dan memakaikan baju bayi yang baru lahir. Semua ibu pasti deg-degan melakukannya di hari pertama

belajar membedong bayi (Credit: Jimmy Conover/Unsplash) via unsplash.com

Persiapan yang perlu dipelajari jelang kelahiran yaitu melatih diri cara memandikan, membersihkan, dan memakaikan baju. Meski nanti lambat laun kamu juga terbiasa, dengan mengetahui caranya sejak awal, akan mempermudahmu di hari pertama menjadi ibu nanti. Sehingga kamu tidak akan begitu kaget dan kebingungan. Lebih baik jika kamu melakukannya sambil didampingi dengan orangtua atau orang yang telah berpengalaman.

7. Siapkan berbagai keperluan bayi jelang kelahiran. Untuk menghemat tenaga, kamu bisa belanja via online

belanja kebutuhan bayi via online (Credit: Ivan Samkov/Pexels) via www.pexels.com

Persiapan lain jelang kelahiran yaitu kamu perlu belanja kebutuhan bayi sesuai jenis kelamin jika telah mengetahuinya. Untuk menghemat tenaga dan menjaga aktivitas selama hamil, kamu bisa belanja via online saja. Mulai dari perlak, bedong, selimut, handuk, baju, hingga sarung tangan pun tersedia.

8. Luangkan waktu beristirahat. Ketika bayi tidur, kamu juga harus ikut tidur

istirahat yang cukup (Credit: Sharon McCutcheon/Unsplash) via unsplash.com

Satu hal yang pasti ketika baru menjadi ibu yaitu harus menyempatkan diri untuk beristirahat. Karena kamu pasti akan butuh pemulihan diri, sering merasa lelah, dan masih lemah setelah lahiran. Salah satu caranya ketika bayi sedang tidur, kamu juga harus ikut tidur. Ingatlah bahwa untuk menjadi seorang ibu terbaik, kamu juga harus bisa menjaga diri sendiri. Untuk itu, kerjasama yang baik antara suami dan istri perlu dalam hal ini, yaitu aaling bergantian mengurus si buah hati agar dapat berbagi tugas.

Menjadi ibu baru di hari-hari pertama kamu mungkin bakal banyak mendapat masukan dari kanan kiri. Karena itu, temukan apa yang sesuai untuk kamu dan bayi terlebih di masa-masa menantang seperti saat pandemi yang menyebabkan ruang gerak lebih terbatas ini. Setiap bayi berbeda dan setiap ibu pun berbeda. Selamat menyiapkan diri menjadi calon ibu di suatu hari nanti. Selamat ya, semoga sehat selalu 🙂

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE