Cerita Karierku di Direktorat Jenderal Pajak. Tantangannya Tak Kalah Tinggi dari Tunjangannya!

bekerja di DJP

Halo! Namaku Wahid Hidayat, umur 25 tahun, pekerjaan saat ini sebagai Pegawai Negeri Sipil di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan dengan penempatannya di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Tamansari Dua, Jakarta Barat. Pekerjaan ini bukan pekerjaan pertamaku tapi sebuah pekerjaan yang berawal dari tidak diterimanya aku di sebuah sekolah kedinasan yang aku impi-impikan. Banyak hal yang aku syukuri dari pekerjaan saat ini, walau banyak tantangan namun lebih banyak pula hal yang menyenangkan.

Advertisement

Jika kamu penasaran dengan cerita ini, jangan lupa siapkan camilan ya karena sepertinya akan panjang. Yuk kita mulai cerita ini dari ketika aku lulus SMK!

Ini bukan pekerjaan pertamaku, sebelumnya aku sempat bekerja sambil kuliah demi keinginan untuk tidak membebani orang tua

Kuliah sambil kerja/ Credit: Wahid Hidayat via www.instagram.com

Saat itu lulus SMK, aku ingin kuliah tanpa membebani orang tua. Beasiswa datang dari 2 universitas swasta di Jogja, namun hanya untuk biaya pendidikan. Aku sempat ngebet masuk STAN demi tidak mengeluarkan biaya namun sayangnya ditolak. Maka aku memutuskan untuk bekerja di PT Hanil Indonesia di bagian akuntansi sehingga tidak perlu sistem shift. Sambil bekerja, aku mengambil kuliah D3 Pajak di sebuah PTS Solo. 4 tahun berjalan cepat hingga ada informasi rekruitmen CPNS Kementerian Keuangan cocok dengan kualifikasi karena aku pun sudah lulus.

Dibilang sulit, ya sulit banget level nggak paham lagi karena saingannya se-Indonesia dengan formasi yang diterima hanya ratusan saja, tapi alhamdulillah aku menjadi salah satu yang diterima. Pemberkasan dan pembekalan calon pegawai dilaksanakan di kampus STAN di Bintaro, speechless karena nggak jadi kuliah sini tapi langsung menjadi pegawai di kementerian yang orang-orangnya almamater sini, terharu aku tuh!

Advertisement

Perpindahan dari perusahaan sebelumnya ke kementerian melalui sebuah adegan drama kena marah, pas banget bosnya orang Korea!

Hadeh, kena marah/ Credit: Wahid Hidayat via www.instagram.com

Tes untuk mendapatkan posisi saat ini seperti tes CPNS pada umumnya, bedanya aku nggak pakai wawancara karena posisi untuk lulusan D3, sistemnya pun menggunakan sistem gugur. Setelah tahu bahwa aku lolos ada berbagai pertimbangan seperti bagaimana karierku di perusahaan sebelumnya karena setelah aku lulus kuliah kan naik gaji hehehe. Aku juga bercerita dengan rekan terdekat. Mereka sih sangat mendukung, makanya aku baru bilang ke manager Koreaku untuk resign dan harus rela dimarahi seharian penuh. Persis kayak di drakor!

Bekerja di sini perlu tahan banting karena kompetitif dan sangat formal, godaan pun sering datang silih berganti

Banyak godaan/ Credit: Wahid Hidayat via www.instagram.com

Berbicara budaya kerja pasti sangat kompetitif dan terintegrasi, karena kita berkecimpung di direktorat yang sangat mengedepankan nilai integritas, formal banget, dan sering lembur, apalagi kalau sudah musim SPT tahunan. Tekanan ada tapi masih bisa di-handle, menyenangkan dan pokoknyan bersyukur banget. Namun ada juga godaan terbesar seperti  hal-hal yang tidak sesuai prosedur, hal hal seperti KKN atau fraud yang sangat kita jauhi, itu sangat mencederai lembaga. Doakan kita menjaga amanah ya. Oh iya, pelayanan yang instansi kita berikan, seluruhnya TANPA DIPUNGUT BIAYA ya, kalian menjadi Wajib Pajak yang patuh aja kita sudah bahagia lahir batin tanpa harus dikasih ini itu.

Kalau urusan gaji ya sama saja dengan PNS yang lain, bedanya di tunjangan. Ada juga benefit lain yang didapatkan

Advertisement

DJP/ Credit: Wahid Hidayat via www.instagram.com

Kalau masalah gaji sih cukup untuk makan sehari-hari dan jajan milk tea hehe. Selain tunjangan, ada juga benefit seperti beasiswa kuliah di luar negeri (soon to be, aamiin). Bisa penempatan di seluruh Indonesia dan berkembang menjadi pribadi yang lebih dewasa karena hidup sendiri di tanah rantau juga termasuk benefit untukku. Selain itu banyak juga suka dukanya. Menjadi PNS membuat orang tua dan orang-orang tercinta bangga, menjadi orang yang
punya kesempatan lebih besar buat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, bonusnya menjadi calon mantu idaman hehehe.

Selain itu rasanya jadi populer, banyak pengalaman yang mungkin relevan dan ada inspirasi dan motivasi yang bisa dibagikan, follower pun nambah, hahaha. Banyak juga kesempatan seperti mengunjungi tempat baru, mengikuti pelatihan yang menambah value, dan masih banyak sampai nggak kepikiran apa dukanya karena normal jika hal tidak menyenangkan itu terjadi.

Terakhir untukmu yang ingin terjun ke dunia perpajakan, sebenarnya ingin ku luruskan, bekerjalah di bidang yang kamu cintai agar bekerja serasa bermain. Kalau kalian sudah cinta dan ingin masuk DJP, tentunya harus lolos seleksi CPNS DJP, artinya harus belajar, hehe. Buat adik-adik yang masih SMA, bisa mendaftar ke STAN karena jalur penerimaan umum itu nggak setiap tahun buka. Lalu bekerja sesuai hati, nggak cerdas nggak apa-apa, yang penting rajin. Ngga cerdas, bisa belajar. Nggak rajin, bisa diusahakan. Terakhir doa dan restu tentu saja, tidak ada yang tidak mungkin. Abang tunggu di DJP ya, semoga beruntung! 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE