Mengenal Supermom Syndrome; Saat Ibu Melakukan Segalanya tapi Masih Merasa Kurang Sempurna

supermom syndrome

Sebuah gelar supermom mungkin dianggap keren karena terdengar kuat, mandiri, dan bisa diandalkan yang mana sebagian besar ibu memiliki kualifikasi demikian. Namun ternyata dalam istilah lain dengan tambahan kata “syndrome” hal ini bisa jadi berbahaya dan justru membuat ibu akan merasa menderita lo. Apalagi saat sudah banyak sekali orang yang menggunakan media sosial saat ini termasuk ibu-ibu selebgram yang hidupnya lebih tampak sempurna dan bisa memenuhi segalanya.

Advertisement

Terjebak ke dalam supermom syndrome akan membuat dirimu sendiri kewalahan. Makanya sebelum tenggelam ke dalamnya simak dulu yuk penjelasan lengkapnya berikut ini!

Seperti namanya, supermom syndrome merupakan keadaan di mana ibu menganggap bahwa semua hal merupakan tanggung jawabnya yang harus dipenuhi

Semua harus selesai/ Credit: Shutterstock via www.shutterstock.com

Ibu mungkin melihat banyak hal sebagai tanggung jawabnya mulai dari membereskan rumah, menyelesaikan pekerjaan, mengurus anak, dan berbagai hal lain yang ada di depannya. Jika tak kunjung selesai maka akan ada perasaan bersalah yang menghantui. Dilansir dari You, Baby and I, hal ini akan membawa ke supermom syndrome yang terjadi saat ibu merasa kelelahan sekaligus merasa bersalah karena ada banyak hal yang harus dikerjakan, namun ternyata tak bisa diselesaikan. Ibu juga merasa tidak kunjung menemukan solusi dan yang ada di kepalanya adalah bahwa jika urusan tersebut tak kunjung selesai maka keluarga akan berantakan.

Walau bisa terjadi pada siapa saja, namun ternyata ada golongan ibu yang lebih rentan terkena sindrom yang satu ini lo

Ibu bekerja/ Credit: Smart Parenting via www.smartparenting.com.ph

Baik single atau menikah, menjadi orang tua yang harus bekerja sambil mengurus anak bisa menyebabkan adanya banyak tanggung jawab yang mesti dipenuhi. Dengan jadwal yang padat maka mungkin lebih sulit untuk menyeimbangkan urusan kehidupan pribadi, karir, dan keluarga. Belum lagi saat ini media sosial semakin berkembang yang menyebabkan adanya ekspektasi yang terlalu tinggi pada ibu.

Advertisement

Dilansir dari Psychology Today, para ibu baru merasa butuh validasi saat menjalankan peran barunya. Padahal melalui stories mereka akan melihat ibu-ibu yang memamerkan perkembangan anak dan memenuhi semua kebutuhan namun tak ada yang memamerkan anaknya yang menangis berjam-jam.

Seperti yang lainnya, super mom syndrome akan memiliki gejala-gejala yang mulai bisa diperhatikan kemunculannya

Merasa stres/ Credit: Today via www.today.com

FYI, dr. John Demartini, seorang spesialis perilaku mengatakan bahwa sindrom yang satu ini memiliki gejala yang dikenal dengan ABCDEF, yaitu:

Advertisement
  • Anger and agression: Kemarahan
  • Blame and betrayal: Menyalahkan diri sendiri
  • Criticism and conflict: Kritikan dan konflik
  • Depression and feeling down: Depresi
  • Exhausting and exit strategies: Kelelahan dan keinginan untuk menghindar
  • Frustated and fatigued: Frustasi atau capai

Selain hal-hal di atas ibu juga akan mengalami kesulitan menjaga berat badan, kesakitan pada otot dan sendi, berkurangnya libido hingga membenci pasangan, sakit kepala, hingga konstipasi. Waduh!

Tenang! Ternyata perawatan untuk supermom syndrome bisa dilakukan oleh diri sendiri dengan menguasai beberapa hal

Bikin daftar/ Credit: Parents via www.parents.com

Karena juga biasa disebut sebagai ekspektasi yang tidak realistis serta keputusan yang tidak sesuai prioritas, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala ini seperti mengurutkan prioritas antara urusan rumah dan pekerjaan, lalu saat target tinggi maka aksi juga harus lebih berarti dan bersemangat. Terakhir, jangan lupa untuk mendelegasikan tugas kepada orang yang mampu jika memungkinkan agar tak semuanya dilakukan sendirian. Namun jika segala langkah praktis di rumah sudah dicoba tapi ibu tetap merasa stres dan kewalahan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan psikolog agar mendapat penanganan ya!

Gelar supermom sudah bisa didapatkan oleh ibu-ibu yang dengan sepenuh hati mencintai anak dan membesarkannya dengan penuh kasih. Namun tak berarti ibu harus berusaha untuk melakukan segalanya sendirian karena justru akan membawa ke arah yang merugikan. Diskusi dengan pasangan ntuk memperoleh solusi bersama juga bisa dilakukan. Ingat, ibu juga manusia yang juga butuh istirahat dan punya kekurangan 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE