New Zealand Trade and Enterprise Kenalkan Produk dan Teknologi Pangan Unggulan Selandia Baru Lewat Kampanye “Made with Care”

Produk pangan unggulan Selandia Baru

Di masa pandemi saat ini, makanan sehat dan gizi seimbang berperan penting dalam menjaga imunitas tubuh untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Umumnya, kita menggunakan frasa “empat sehat lima sempurna” untuk mendapatkan gizi seimbang dari karbohidrat, protein, serat, dan vitamin. Namun, makin ke sini orang-orang tidak lagi hanya memerhatikan pentingnya menu “empat sehat lima sempurna”, tetapi juga bahan makanan berkualitas dan ramah lingkungan yang dapat menjaga ekosistem alam.

Advertisement

Mendukung kebiasaan baik tersebut, New Zealand Trade and Enterprise (NZTE) menggelar acara bertajuk “Discover A Taste of New Zealand”. Dalam acara yang diselenggarakan secara langsung dan terbatas di Hotel Fairmont, Jakarta, Kamis (21/10), NZTE meluncurkan kampanye bertajuk “Made with Care” yang bertujuan menyesuaikan panduan menu makan “empat sehat lima sempurna”.

Melalui Kampanye Made with Care, NTZE menawarkan lima panduan sempurna dalam memilih bahan makanan berkualitas

Melalui kampanye Made with Care, New Zealand Trade and Enterprise atau Badan Pengembangan Ekonomi dan Promosi Perdagangan Selandia Baru memperkenalkan lima panduan sempurna dalam memilih bahan makanan berkualitas. Di sini NZTE berorientasi pada faktor keamanan, kelezatan, kualitas premium, bernutrisi, serta etis.

Disampaikan kalau warga Selandia Baru hidup dengan apresiasi terhadap alam, yang mempercayai ketika alam bertumbuh subur, manusia pun melewah. Selain itu untuk produksi bahan pangan berkualitas, produsen, petani, hingga nelayan Selandia Baru mengolah produk-produk pangan dengan sepenuh hati sehingga mampu menghasilkan dan memasok beragam jenis makanan ke lebih dari 120 negara, termasuk ke Indonesia.

Advertisement

“Kampanye Made with Care ini menggarisbawahi komitmen para produsen makanan di Selandia Baru dalam mengolah dan menghasilkan makanan yang aman, lezat, bermutu premium, bernutrisi tinggi, serta etis untuk lingkungan,” kata Trade Commissioner for New Zealand Trade and Enterpris Diana Permana, Kamis (21/10).

Selain ingin memperkenalkan lima panduan sempurna dalam memilih bahan makanan berkualitas, Diana mengatakan pihaknya melalui kampanye “Made with Care” juga ingin menunjukkan kepada publik Indonesia kalau produk-produk pangan Selandia Baru berasal dari tangan-tangan terpercaya.

NZTE turut perkenalkan kekayaan alam Selandia Baru di bidang pangan dan pertanian yang menunjang menu makan sehat dan gizi seimbang

Advertisement

Pengenalan produk dan tekenologi pangan Selandia Baru oleh Trade Commissioner for New Zealand Trade and Enterpris Diana Permana, Kamis (21/10) | dok. NZTE

Selain meluncurkan kampanye “Made with Care”, NZTE dalam kesempatan ini juga turut memperkenalkan produk dan teknologi pangan unggulan Selandia Baru. Dijelaskan kalau Indonesia merupakan negara tujuan ekspor terpenting bagi Selandia Baru, khususnya untuk produk dairy yang kini mencatat nilai ekspor sebesar $611 juta atau sekitar Rp8,6 triliun.

Selain itu, peternakan sapi perah Selandia Baru juga berkomitmen untuk menyukseskan program pemerintah dengan selalu menjadi nomor satu dari 191 negara dalam hal kesiapan perubahan iklim. Kini, seluruh peternakan di Selandia Baru berhasil mengurangi emisi karbon sebanyak 68% dibandingkan rata-rata global.

“Dengan semakin banyak penduduk dunia yang menyadari pentingnya keamanan pangan, menurut kami menunjukkan bagaimana komitmen Selandia Baru dalam memasok lebih dari 120 negara di dunia dengan produk pangan dan minuman berkualitas tertinggi menjadi imperatif saat ini,” lanjut Diana.

Dijelaskan lebih lanjut kalau saat ini terdapat lebih dari 42.000 apiari (peternakan lebah) yang dirawat oleh 9.282 kaitiaki pī (peternak lebah) bersertifikasi di Selandia Baru. Peternakan lebah tersebut menghasilkan madu manuka, produk andalan yang terjaga kemurnian dan kualitasnya. Tercatat ada 100 produsen madu bersertifikasi dengan cap UMF di Selandia Baru.

Sementara dari segi teknologi pangan, Selandia Baru sukses memproduksi apel berukuran cemilan pertama di dunia dengan kandungan potasium 65 persen lebih tinggi, kandungan energi 19 persen lebih tinggi, dan serat 10 persen lebih tinggi dari apel pada umumnya.

Sebuah perusahaan asal Selandia Baru juga berhasil mendesain sistem pengemasan yang mampu mengemas apel dua kali kecepatan manusia (120 apel per menit), demi memastikan produknya tetap segar dan dalam kondisi terbaik saat dikonsumsi. Teknologi yang sama juga diaplikasikan untuk memanen lebih dari tiga miliar buah kiwi setiap tahunnya.

Berbagi pengalaman mengenai cita rasa penganan Selandia Baru, NZTE hadirkan Chef Norman Ismail untuk membuat camilan khas

Demo masak oleh Chef Norman Ismail (kanan) | dok. NZTE

Tak hanya mengenalkan produk dan teknologi pangannya, NZTE dalam acara “Discover A Taste of New Zealand” juga turut mengundang Chef Norman Ismail untuk membuat camilan khas Selandia Baru yang dipadukan dengan gaya Nusantara.

Menu yang disajikan dalam kesempatan ini yakni bola ubi dan lamington yang dibuat menggunakan bahan-bahan asal Selandia Baru seperti Hillary Farm, Tatua, Anchor, Whittaker’s, serta Zespri.

Terakhir Diana menyampaikan, melalui kampanye global “Made with Care”, NZTE menargetkan untuk memperluas nilai merek produk Selandia Baru di saat para eksportir tidak bisa berada langsung di pasar tersebut. Selain itu sejak bulan Oktober 2020, NZTE juga sudah menjalankan sejumlah kampanye untuk mendukung tujuan tersebut di pasar-pasar utama.

Informasi lebih lanjut mengenai produk pangan unggulan Selandia Baru maupun kampanye “Made with Care” bisa kamu didapatkan dengan menelusuri  tagar #NZMadewithCare di media sosial.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

CLOSE